Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts
Thursday, November 05, 2009

IKHLAS

penulis asmaul chusna |

“Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus ” (QS. Al Bayyinah:5)


Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Syarahnya menerangkan bahwa syarat sah diterimanya suatu amal perbuatan itu ada dua , yaitu ikhlas dan benar. Bagaimana makna ikhlas dan benar yang dimaksud dalam hal ini??

Ikhlas menurut beliau merupakan suatu perbuatan yang dimaksudkan mencari keridhaan Allah SWT, bukan yang lainnya. Sedangkan menurut Ibnu Rajab, Ibnu Qayyim dan al Ghazali, ikhlas dimaknai sebagai memurnikan tujuan bertaqarrub (mendekat) kepada Allah SWT, dan menjauhkannya dari hal-hal yang mengotori. Arti lainnya adalah menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan serta mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Allah, Sang Khalik. Sedangkan benar yang dimaksud disini adalah kesesuaian amal perbuatan itu dengan sunnah Rosulullah SAW yang shahih dan tidak melakukan amalan yang tidak dicontohkan oleh beliau SAW.

Allah SWT akan memberikan balasan pahala terhadap amal perbuatan berdasarkan pada apa yang diikuti oleh hati dengan rasa ikhlas dan niat yang tulus. Apabila suatu amal telah tercampuri oleh harapan-harapan duniawi sedikit maupun banyak, maka tercemarlah kejernihan amalnya. Padahal manusia, kebanyakan mudah sekali terlena dalam harapan dan syahwat. Hampir tidak ada suatu amal ibadah yang bisa benar-benar bersih dari semuanya itu. Maka disinilah fungsi ikhlas, dimana dengan menghadirkan ikhlas, maka berarti kita berusaha membersihkan hati dari segala kotoran yang akan mengurangi nilai pahalanya sehingga tujuannya akan selalu kembali kepada Allah SWT. Dan sikap ini hanya bisa bisa datang dari seseorang yang mencintai Allah SWT dan menggantungkan seluruh harapannya di akhirat.

Sebagai contoh, kebiasaan makan dan minum kita tidak akan bernilai apa-apa jika dalam kita makan dan minum hanya terlintas pikiran agar kenyang dan hilang dahaga. Akan tetapi makan dan minum yang diiringi dengan niat lurus menguatkan jasad untuk beribadah pada Allah SWT, maka itulah nilai ikhlas ibadah yang sebenarnya yaitu senantiasa membersihkan dan mengarahkan hati kepada Allah SWT apapun amal ibadah yang kita lakukan.

Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman bin Sakhr ra. dia berkata, Rosulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa kalian dan juga harta benda kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian” (HR. Muslim 2564/34)

Memperbaiki hati itu lebih utama untuk didahulukan daripada perbaikan anggota badan, sebab anggota badan hanyalah mengikuti perintah dan larangan hati. Oleh karena itu, jika hati itu baik maka akan baik seluruh tubuh dan jika hati telah rusak maka akan rusak pula seluruh badan. Sungguh, kita akan bertanggung jawab dan akan dihisab berdasarkan niat dan amalnya. Dan karena itu pula, kita benar-benar harus mengarahkan keduanya ke jalan yang baik dan lurus yaitu jalan petunjuk yang datang dari Allah dan jalan kebenaran yang berasal dari Rosulullah SAW dengan menghadirkan rasa cinta pada Allah dan akhirat.

Yang terberat dari ikhlas yang sesungguhnya menurut Salim A. Fillah adalah saat kita menyedari bahwa dia merupakan proses yang tidak kenal henti. Ikhlas dalam amal harus ada sebelum, saat, sesudah hingga kita memulainya amal perbuatan itu lagi. Sungguh berat memang, akan tetapi atas Kemurahan Allah SWT dan Keluasan rahmatNya, kita yang mudah sekali tergelincir ini diberikan kesempatan untuk memperbaiki hati, memperbaiki niat, mengganti motivasi ketika niat untuk bertaqarrub mulai bergeser. Inilah yang disebut Salim sebagai kesejukan bagi seorang mukmin ditengah ketersesatan yaitu ketika telah berangkat beramalpun kita bisa memperbaiki niat amal dan menata kembali keikhlasan.

Last but not least, ikhlas itu sangat sulit tetapi Allah SWT dan Rosulullah SAW telah memberikan kita kesempatan, kesejukan dan contoh mulia bagaimana agar kita tetap menikmati indahnya ikhlas, dan nikmatnya amal yang diterima Allah SWT. Dari sini, saya mengajak diri saya dan anda, para pembaca yang dirahmati Allah. Mari kita senantiasa memperbaiki niat setiap kita beraktifitas, karena kita tidak tahu kapan maut itu akan menjemput kita, dan bagaimana keadaan kita saat dia datang.

“ Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi mereka dari Allah apa-apa yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Az Zumar: 47-48).
Wallahu a’lam

Dedicated for my beloved older brother, M. Edris al Farq
on his 28th birthday
^wish u all the best~barakallahu fiika ya akhi^

Silent Room,
Malang, 3th Nov 09

Maraji’ :
1. Al Qur’anulkariim, Penerbit Syamiil Cipta Media
2. Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin, terjemah Indonesia Jilid I. Syaikh Salim Ied al-Hilaly. Penerbit Pustaka Imam asy-Syaf’i
3. Tazkiyatun Nafs, Konsep Penyucian Jiwa Menurut Ulama Salaf. Ibnu Qayyim, Ibnu Rajab, dan Al Ghazali. Penerbit Pustaka Arafah
4. Jalan Cinta Para Pejuang. Salim A. Fillah. Penerbit Pro-U Media

Selengkapnya...

Tuesday, October 27, 2009

KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH

penulis asmaul chusna |

Berikut ini adalah kajian yang bulan dzulhijjah yang bisa anda baca dan amalkan. Artikel ini oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin. Selamat membaca^^

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

[1]. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

[2]. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.


Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :
“Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaq 'Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.

[3]. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala.
“Artinya : …. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [Al-Hajj : 28].
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.
“Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan : “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu” “Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
“Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [Al-Baqarah : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.

[4]. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.

Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaq 'Alaihi].

[5]. Banyak Beramal Shalih.

Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
[6]. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

[7]. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaq 'Alaihi].

[8]. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.
Dalam riwayat lain :
“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
“Artinya : ….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [Al-Baqarah : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

[9]. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

[10]. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

[Artikel bahasa Arab dapat dilihat di http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm Disalin dari brosur yang dibagiakn secara cuma-cuma, tanpa no, bulan dan tahun]
Courtesy of Almanhaj.or.id
Selengkapnya...

Tuesday, September 22, 2009

SAYANGI IBUMU dan TERUSLAH BERSEDEKAH DENGAN IKHLAS

penulis asmaul chusna |


Jangan berani atau menghardik orangtua khususnya IBU dan tetaplah bersedekah dg ikhlas.
Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

” Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.”

Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

“Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, ” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”

“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,” tanya beliau.

“Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”

“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.

“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”

“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.

“Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

“Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.

Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

“Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”

“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

“Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. “

Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….


KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, ‘Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?’.

Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu besi’.

Para malaikat pun kembali bertanya, ‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?’.

Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu api’.

Bertanya kembali para malaikat, ‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?’.

Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu air’.

‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?’ tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ‘ Ada , yaitu angin’.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi, ‘Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?’.

Allah yang Mahakaya menjawab, ‘ Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya’ .”

Diambil dari e-mail pribadi kiriman dari kakak tercinta ^-^ [luv u coz Allah bro.., moga kita jadi anak berbakti dan selalu memuliakan ibu kita]
Subhanallah. …
Selengkapnya...

Tuesday, September 08, 2009

Tips I'tikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan

penulis asmaul chusna |


Subhanallah, Ramadhan sudah kita lalui separuhnya. Bagaimana ibadah anda?? Semoga Allah semakin menguatkan kita untuk tetap istiqomah menjaga niat, dan menjaga amal hingga akhir Ramadhan ini, hingga kita jelang kemenangan Ramadhan kita dengan senyum terkembang... Apakah dalam daftar agenda Ramadhan anda tercantum kegiatan i'tikaf?? Jika iya, saya ingin berbagi tips i'tikaf untuk ada. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.. ^.^

Seperti yang kita tahu, i'tikaf bermakna merutinkan (menjaga) sesuatu. Sehingga orang yang mengharuskan dirinya untuk berdiam di masjid dan mengerjakan ibadah di dalamnya. Supaya kita bisa tenang dan nyaman berikut tips dari saya:
pertama, tentukan dimana anda akan beri'tikaf. Jadi anda bisa memperkirakan waktu perjalanannya dan mengetahui fasilitas apa saja yang disiapkan oleh masjid itu.
kedua, pastikan kembali jadwal kegiatan anda yang lain dan pastikan semua orang yang berhubungan dengan kegiatan anda tersebut. Agar sewaktu anda i'tikaf tidak ada kegiatan membatalkan i'tikaf anda. Sayang banget kan kalo baru saja nyampe di masjid, alat komunikasi anda menyampaikan ada pertemuan yang tidak diinginkan.
ketiga, matikan alat komunikasi anda. Khususkan waktu i'tikaf anda hanya untuk Allah... spesial date....
keempat, bawalah bekal-bekal keperluan yang anda butuhkan seperti peralatan mandi, baju ganti dan selimut tipis jika anda ingin menginap dan khawatir dengan cuaca yang tidak bersabahat, alat sholat dan perlengkapan yang menunjang kegiatan i'tikaf anda yang lain.
kelima, bawalah bekal makanan tambahan. Boleh saja sih numpang makan di masjid karena memang biasanya sudah disiapkan oleh pengurus, akan tetapi maksimalkan amal anda dengan memberi makan saudara anda yang berpuasa. Selain itu juga sebagai cadangan apabila kita kehabisan makanan.
keenam, jangan lupa membawa obat-obatan yang biasa anda gunakan.
ketujuh, ajaklah sahabat atau keluarga anda agar anda juga bisa lebih akrab dan dekat dengan mereka.
kedelapan, selalu meluruskan niat dan senantiasa menjaga kesehatan.

Itu saja yang bisa saya bagi dengan anda. Dan semoga kita senantiasa dirahmati dan dijaga Allah untuk senantiasa istiqomah dalam beramal shalih.. Happy nice i'tikaf...
Selengkapnya...

Saturday, August 22, 2009

Ramadhan PertamaKu

penulis asmaul chusna |


Menjelang maghrib aku merasa tidak tenang... Rencana menelfon umi masih belum terlaksana semenjak pagi. Padahal sebelum tidur sudah kuagendakan untuk menelfon umi. Kulihat jam analog ponselku menunjukkan pukul 17.20, setelah mendapat telfon dari orang jauh:P

Sambil menunggu angkot yang tidak juga nongol, hati semakin gelisah... Kapan nih telfon umi, ramadhan hampir datang. Akhirnya ramadhan datang bersama dengan kumandang adzan maghrip di kota Malang. Yah... maafkan anakmu umi... belum sempat menghubungi. 20 menit perjalanan dari perempatan Dieng Plaza, akhirnya aku sampai di daerah Kerto-kerto [area Kost mahasiswa Brawijaya]. Agak aku percepat langkahku bersama sahabatku, Eni, sambil bertanya dalam hati, "ada wartel yang buka nggak ya?? ni pulsa lagi mepet juga".

Pukul 18.14 lebih sekian detik aku berhasil menemukan wartel, dari segera kupencet tombol pesawat telfonnya. Bismillah, 03*5**13**. Tuuuut...tuuuuut.....

"assalamu'alaikum....", suara umi ditelfon membuat air mata berderai-deraiT.T
"sinten niki..." walah tambah banter nangisku...
" wa'alaikum salam, chusna bu..." jawabku..
" oh... sehat??? nggak muleh tho?? kapan mulihe???" berondong umi... tambah bersalah saja aku...
Pikiranku segera melayang ke rumah. Pasti umi sedang siap-siap untuk tarawih dan tadarus... sibuk menyiapkan sahur untuk adekku...
Hhhh... pasti umi nangis juga deh... maklum dirumah cuman berdua sama adek... pasti deh umi inget abah... pasti deh umi bilang -anak-anakku di malang dan di Yogya makan sahur pake apa ya???-
Wuuah, membayangkannya tambah seru nangisnya :P
Setelah bebrapa menit ngobrol, akhirnya ku tutup dengan permintaan maafku sambil nangis2 hehehe...
and the last word, that never forget... " aku sayang ibu...."
Wuuuaaaaah.... lueeega.... finnaly.... semua tersampaikan... alhamdulillah...

Aku kembali teringat pada memori lama, saat masih belum berani bilang "sayang" dengan umi. Rasanya biasa saja saat datang dan pergi dari rumah. Tidak ada berat saat meninggalkan rumah, tidak ada rasa kangen saat berada jauh dari rumah dan tidak ada rasa bahagia saat datang kembali... Tetapi setelah membiasakan ucapan "sayang" ke umi... semua menjadi tidak sama lagi... Mungkin awalnya akan canggung.. tapi efeknya sangat luar biasa... Sudahkan anda melakukannya pada ibu anda??
Janganlah bangga saat lidah anda dengan mudahnya mengucap kata "sayang" pada orang lain jika pada ibu anda sendiri anda belum melakukannya...

===========

Ramadhan pertamaku tahun ini memang sangat berbeda... rasanya, semangatnya... semuanya...
Bahkan saat adzan isya' dikumandangkan, rasanya hati ini penuh dengan limpahan perasaan tidak karuan... Pengen nangis karena bahagia bertemu ramadhan kembali, pengen nangis karena jauh dari rumah, pengen minta ampun sama Gusti Allah atas dosa-dosa 11 bulan yang lalu, pengen memanjatkan permohonan sama Gusti Allah untuk target-target 11 bulan kedepan... Banyaaaaaaaaaaak yang ingin dilakukan pas Ramadhan ini... Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemudahan pada aku, anda dan semuanya. Amin.... Selengkapnya...

Friday, August 21, 2009

SERIAL PUASA: ADAB BERBUKA PUASA

penulis asmaul chusna |

Nggak mau kan puasa anda berkurang barakahnya hanya gara-gara kita tidak menjaga adab-adabnya?? Berikut serial puasa yang membahas masalah berbuka puasa. Syaikh Salim bin Ied al Hilaaly, dalam eBook "Fikih Puasa Praktis: Berpuasa Seperti Rasulullah Shalalahu Alaihi Wasallam" menjelaskan adab dalam berbuka puasa dengan cukup jelas. Semoga bermanfaat ^.^


Di dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.” (Qs. al-Baqarah [2]: 187).

Rasulullah Saw menafsirkan ayat ini dengan arti, “datangnya malam dan perginya siang, serta tersembunyinya bundaran matahari”. Syaikh Abdur Razzaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf 7591 dengan sanad yang di-shahih-kan oleh al-Hâfidz Ibn Hajar[1] dan al-Haitsami[2] dari Amr bin Maimun al-Audi:

“Para sahabat Muhammad Saw adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur.”

a. Menyegerakan Berbuka

Rasulullah Saw telah memerintahkan kepada kita supaya menyegerakan berbuka puasa, ketika matahari telah terbenam.

Dari Sahl bin Sa’ad ra, Rasulullah Saw bersabda:

“Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka.”[3]

Di dalam riwayat lain yang dituturkan dari Sahl bin Sa’ad ra, dinyatakan, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Ummatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).”[4]

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda:

“Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya.”[5]

b. Berbuka Sebelum Sholat Maghrib

Rasulullah Saw berbuka sebelum sholat Maghrib[6] karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para nabi. Dari Abu Darda’ ra:

“Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi: menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam shalat.”[7]

c. Berbuka dengan Korma dan Air

Pada dasarnya, memberi asupan makanan manis pada tubuh, selepas berpuasa penuh, akan lebih membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan. Bahkan makanan manis, misalnya korma, akan menguatkan tubuh dan mengembalikan kesegaran pada tubuh kita. Adapun air, sesungguhnya, ketika sedang menjalankan ibadah puasa, banyak sekali cairan tubuh yang lenyap (dehidrasi). Oleh karena itu, air sangat diperlukan untuk menormalisasi cairan tubuh; sehingga tubuh kita tidak terkena dehidrasi.

Ketahuilah wahai hamba yang taat, sesungguhnya korma mengandung berkah dan kekhususan —demikian pula air. Lebih dari itu, ia akan memberikan pengaruh yang baik dan mensucikan hati kita. Hal ini tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang mengikuti sunnah Rasulullah. Dari Anas bin Malik ra:

“Adalah Rasulullah Saw berbuka dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.”[8]

d. Doa yang Diucapkan Ketika Berbuka

Doa yang paling afdhal adalah doa ma’tsur dari Rasulullah Saw. Nabi Saw jika berbuka mengucapkan:

“Dzahaba ad-dhâma’u wabtalati al-‘urûqu watsabbati al-ajru insyaAllah (Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah).”[9]

Ketahuilah, doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, berdoalah kepadaNya dengan doa-doa yang baik, mudah-mudahan engkau bisa mengambil kebaikan di dunia dan akhirat. Dari Abu Hurairah ra dituturkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Tiga doa yang dikabulkan: doanya orang yang berpuasa, doanya orang yang terdhalimi dan doanya musafir.”[10]

Doa orang yang sedang berpuasa pasti tidak akan ditolak, alias dikabulkan oleh Allah SWT. Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra; bahwasanya Nabi Saw bersabda:

“Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan doanya orang yang didhalimi.”[11]

Dalam riwayat lain, dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, dituturkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memeliki doa yang tidak akan ditolak.”[12]

e. Memberi Makan Orang yang Puasa

Siapa saja yang memberi makan kepada orang yang berpuasa niscaya akan mendapatkan pahala besar dan kebaikan yang banyak. Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.”[13]

Orang yang sedang menjalankan puasa wajib memenuhi undangan (makan) saudaranya, dan orang yang diundang disunnahkan mendoakan pengundangnya setelah selesai makan dengan doa-doa dari Nabi Saw:

“ ‘Aftara ‘indakumus-sâ’imûna, wa ‘akala ta’âmakumul-‘abrâru, wa sallat ‘alaikumul-malâ’ikatu (Telah makan makanan kalian orang-orang bajik, dan para malaikat bershalawat [mendoakan kebaikan] atas kalian, orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian).”[14]

“Allâhumma ‘atim man ‘at’amanî wasqi man saqânî (Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan berilah minum orang yang memberiku minum).”[15]
===================================================================
[1] Fath al-Bârî, jld. 4, hal. 199.

[2] Majma’ az-Zawaid, jld. 3, hal. 154

[3] HR. Bukhâri 4/173 dan Muslim 1093.

[4] HR. Ibn Hibban 891 dengan sanad shahih.

[5] HR. Abû Dâwud 2/305 dan Ibn Hibban 223, sanadnya hasan.

[6] HR. Ahmad 3/164 dan Abû Dâwud 2356, dari Anas dengan sanad hasan.

[7] HR. ath-Thabrani dalam al-Kabîr sebagaimana dalam al-Majma 2/105 dia berkata: “…marfu’ dan mauquf shahih adapaun yang marfu’ ada perawi yang tidak aku ketahui biografinya.” Syaikh Salim bin Id al-Hilali, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan mauquf —sebagaimana telah jelas— mempunyai hukum marfu’ (lihat Sifat ash-Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fî Ramadhan).

[8] HR. Ahmad 3/163; Abû Dâwud 2/306; Ibn Khuzaimah 3/277-278; at-Tirmidzi 93/70 dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih.

[9] HR. Abû Dâwud 92/306, no. 2357; al-Baihaqi 4/239; al-Hâkim 1/422; Ibn Sunni 128; an-Nasâ’i 1/66 dan dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, hal. 296; ad-Daruquthni 3/1401, no. 2247; dan al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah jld. 6, hal. 265. Semuanya diriwayatkan dari jalur Ali bin Hasan. Menurut al-Hâkim, haditsnya shahih dengan syarat Bukhâri dan Muslim, dan ad-Dzahabi menyepakatinya. Sedangkan ad-Daruquthni 2/185 berkata: “sanadnya hasan”. Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Nashiruddin al-Albâni dalam kitab Irwâ al-Ghalîl, jld. 4, hal. 39, no. 920.

[10] HR. Uqaili dalam ad-Dhu’afa’ 1/72, Abu Muslim al-Kajji dalam Juz-nya, dan dari jalan Ibn Masi dalam Juzul Anshari sanadnya hasan kalau tidak ada ‘an-‘annah Yahya bin Abi Katsir, hadits ini punya syahid yaitu hadits selanjutnya.

[11] HR. at-Tirmidzi 2528; Ibn Mâjah 1752; Ibn Hibban 2407 ada jahalah Abu Mudillah.

[12] HR. Ibn Mâjah 1/557; al-Hâkim 1/422; Ibn Sunni 128; ath-Thayalisi 299 dari dua jalan al-Bushiri berkata: 2/81 ini sanad yang shahih, perawi-perawinya tsiqat.

[13] HR. Ahmad 4/144, 115, 116, 5/192; at-Tirmidzi 804; Ibn Mâjah 1746; Ibn Hibban 895, di-shahih-kan oleh Imam at-Tirmidzi.

[14] HR. Abi Syaibah 3/100; Ahmad 3/118; an-Nasâ’i dalam Amalul Yaum wal Lailah, hal. 268; Ibn Sunni 129; Abdur Razzaq 4/311 dari berbagai jalan darinya, sandnya shahih.

[15] HR. Muslim 2055 dari Miqdad.

Selengkapnya...

Thursday, August 20, 2009

Strawberry Topping ice cream with wafer

penulis asmaul chusna |

Ingin berbuka dengan yang segar dan istimewa? Hmm...strawberry yang disajikan dengan krim keju ini bakal jadi pelepas dahaga yang spesial. Apalagi dipadu dengan biskuit renyah plus es krim vanili yang wangi. Nikmati perlahan sehingga lelehan es krim menyatu dengan strawberry, yummy!

Bahan:
2 sdm gula pasir
1 sdm air jeruk lemon
150 g strawbery segar, cuci, bersihkan, potong-potong
4 keping biskuit atau wafer, memarkan
4 skop es krim vanili

Krim Keju, kocok rata:
200 ml whipped cream
100 g cream cheese

Hiasan:
Wafer/biskuit

Cara membuat:

* Panaskan gula dan air jeruk lemon hingga leleh.
* Masukkan strawberry, aduk rata. Angkat dan dinginkan.
* Siapkan 4 gelas saji, taruh biskuit memar di dalam tiap gelas.
* Beri Krim keju, taruh strawberry dan biskuit, kerjakan selapis lagi.
* Taruh 1 skop es krim vanili di atasnya.
* Beri hiasan, sajikan segera.

Selengkapnya...

Saturday, July 18, 2009

UYAH (GARAM) BLENG adalah BORAKS !!!???

penulis asmaul chusna |


Tahukah Anda bahwa bakso ataupun kerupuk yang sangat digemari anak-anak banyak yang mengandung bahan tambahan berbahaya, seperti boraks dan formalin. Sayangnya, seringkali orang tua tidak tahu bahwa kedua bahan ini sebetulnya dilarang digunakan pada makanan.

Bleng (dari bahasa Jawa) adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.

Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks, sementara asam borat murni buatan industri farmasi lebih dikenal dengan nama boraks.[1] Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak.

Dalam bentuk tidak murni, sebenarnya boraks sudah diproduksi sejak tahun 1700 di Indonesia, dalam bentuk air bleng. Bleng biasanya dihasilkan dari ladang garam atau kawah lumpur (seperti di Bledug Kuwu, Jawa Tengah).

Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif. Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

Boraks sebetulnya merupakan mineral boron, sejenis senyawa kimia yang kompleks. Senyawa ini bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan
rupa yang bagus, misalnya bakso dan ketupat yang jika digigit akan terasa lebih kenyal, atau kerupuk yang bila digigit terasa lebih renyah.

Boraks yang biasa dijual di toko kimia dan toko kue berbetuk kristal putih seperti gula pasir impor atau penyedap rasa. Di Jawa Barat, larutan boraks dikenal dengan sebutan *bleng* . Hanya saja orang mendapatkannya dari sejenis tanah liat yang mengandung mineral boron yang kemudian disaring.

Dan karena sudah dianggap sebagai salah satu bumbu makanan maka masyarakat awam jadi tidak mengertahui bahayanya. Apalagi jika mereka alasannya terpaksa untuk mendapatkan untung lebih. Maka mulai dari sekarang kita sebagai konsumen harus kritis dan tegas dalam memilih bahan makanan, maupun membeli makanan dan minuman. Wallahu a'lam, moga bermanfaat.

Selengkapnya...

Friday, June 05, 2009

MAKAN MAKANAN YANG SEHAT DAN HALAL

penulis asmaul chusna |


Makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia. Disadari atau tidak makanan yang kita makan sangat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan psikis manusia [meski aq g punya bukti otentik] dan Islam telah mengatur tentang dunia makan-memakan ini dengan jelas.
Diantara aturan itu antara lain:
  • Makanan sehat dan bergizi (halâlan thayyiban) (QS. Maryam (19) : 26, al-Mukminun (23) : 33, al-Syu’ara (26) : 79), makan makanan halal (QS. Al-Mâ’idah (5) : 5, 2 : 168, 5 : 88, 16 : 114 dan 7 : 160), makan makanan bergizi (QS. Al-Baqarah (2) : 168, 5 : 88, 6 : 118-119 dan 16 : 14), makan karbohidrat (QS. Yusuf (12) : 65), makan sayuran dan kacang-kacangan (QS. al-Baqarah (2) : 61), makan ikan (QS. al-Nahl (16) : 14), makan daging halal dan baik (QS. al-Thur (52) : 22, Hadits-hadits dalam Mu’nis, 1997 : 32)
  • Makanan yang tidak bergizi dan tidak sehat seperti; bangkai hewan darat, darah, daging babi dan binatang halal yang disembelih tidak sesuai syari’at (QS. al-Baqarah (2) : 173)
  • Minum air bersih/jernih (QS. al-A’raf (7) : 160, QS. 15 : 22, 19 : 26, 25 : 49, 26 : 79, 38 : 42, 56 : 68, 72 : 16, dan 77:27), air susu (QS. Al-Nahl (16) : 66, QS. 23 : 21 dan 33, 37 : 46), air madu (QS. al-Nahl (16) : 69, Muhammad (47) : 15), air jahe (QS. al-Insan (76) : 17), tidak minum air panas (QS. al-Ghasyiyah (76) : 5-6)
  • Makan buah-buahan (QS. Al-Nahl (16):69, QS. 7 : 19, 23 : 19, 43 : 73, 44 : 55)Makan dan minum dari hasil usaha sendiri (QS. Al-Thûr (52):19, QS. 59 : 24 dan 77 : 43)
  • Pola makan dan minum orang sehat, di antaranya : mencuci tangan sebelum makan (Hadits dalam al-Fanjari, 1996 : 65), mengawali makan dengan berdo’a dan mengunyah dengan baik (HR. Abu Nu’aim), makan sambil duduk, tidak sambil berbaring (Hadis dalam Mu’nis, 1987 : 27), bersyukur dengan makanan yang disukai dan tidak mencela yang tidak disukai (Hadis dalam Mu’nis, 1987 : 25), tidak makan dan minum berlebih-lebihan (QS. al-A’raf (7) : 31, Hadist dalam al-Fanjari, 1996 : 63), makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang (Hadis dalam Mu’nis, 1987 : 7), makan dan minum cukup hanya mengisi 2/3 lambung (Hadits dalam Mu’nis, 1987 : 21), mencuci tangan atau menjilatinya dan berdo’a bila telah selesai makan (HR. Muttafaq ‘alaih dari Ibnu Abbas r.a.), setelah selesai makan jangan langsung tidur/tiduran (Hadits dalam Mu’nis, 1987 : 27), biasakan makan malam (HR. Tirmidzi dari Anas r.a.), minum air tawar yang matang (Hadits dalam Mu’nis, 1987 : 28), mengambil napas tiga kali dalam sekali minum (dalam Mu’nis, 1987 : 28), minum air yang dimasuki lalat setelah menenggelamkan dan membuang lalatnya (HR. Bukhari dan Abu Daud dari Abu Hurairah r.a.), minum dengan mengatur tegukan, maksimal 3 tegukan (Hadits dalam Mu’nis, 1987 : 28)
  • Pola makan orang sakit, meliputi; orang sakit jangan dipaksa untuk makan (Hadits dalam Mu’nis, 1987 : 42)

Kalau udah begini rincinya Allah mengatur kehidupan kita, maka apa lagi yang harus kita bingungkan?? Inikan semakin memudahkan kita untuk hidup sehat?? [jadi inget pesen sahabatku dalam bahasa jerman kalo aq lagi sakit…sehat itu kaya-gimana sih nulisnya bro?]

sumber: http://miftahuddin-alfasiry.blogspot.com
Selengkapnya...

My Readers